Golden Waste dan Limbahnews.com Jajaki Olah Sampah Organik di Bogor

Golden Waste dan Limbahnews.com berupaya mengurangi beban sampah di wilayah Bogor Raya (kota dan kabupaten), Jawa Barat, dengan memproduksi maggot black soldier fly (BSF/lalat tentara hitam). Golden Waste sudah berpengalaman dalam mengolah sampah di kawasan Tapos, Depok, yang juga didukung oleh portal media Limbahnews.com.

Penjajakan dilakukan pada beberapa titik produksi sampah organik di kota dan kabupaten Bogor sejak dua bulan terakhir.
“Sudah ada beberapa calon lokasi yang sudah dilakukan survey awal. Kami akan implementasikan dalam waktu dekat setelah memastikan hitungan kapasitas sampah dan kemampuan pengolahannya,” kata Suhanda Winata yang juga praktisi maggot Golden Waste, awal pekan ini.

Suhanda bersama David Laiherman dan A Safari sudah melakukan pengolahan sampah organik dan memproduksi maggot BSF. Adapun produksi maggot tersebut sudah diaplikasikan sebagai pakan ternak lele, ayam, dan ikan.
“Salah satu keunggulan yang akan kami dorong adalah komposisi yang terukur dalam pengolahan sampah organik sehingga tidak menimbulkan bau,” ujar David.

Saat ini, Golden Waste sudah mengolah 600 kilogram sampah organik per minggu dengan rata-rata produksi maggot sekitar 200 kg maggot. Adapun kolaborasi bersama Limbahnews.com dilakukan untuk memperluas kesadaran dalam mengolah sampah sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Limbahnews.com merupakan media informasi dan jasa komunikasi dalam pengelolaan berbagai jenis sampah atau limbah, dari skala rumah tangga hingga skala industri.

Gambar dapat memiliki Hak Cipta
Gambar dapat memiliki Hak Cipta

Limbahnews.com mendukung komitmen semua pihak, termasuk Golden Waste, dalam mengolah limbah atau sampah sehingga bisa dimanfaatkan lagi. Kami berharap kolaborasi ini semakin diperluas dan didukung oleh masyarakat dan pemerintah setempat,” ujar Heriyanto S, pendiri Limbahnews.com.

Seperti diketahui, pengolahan sampah organik menjadi maggot sudah dirintis oleh pakar dan praktisi maggot BSF Prof Agus Pakpahan sejak satu dekade lalu. Guru Besar Riset Ekonomi Pertanian tersebut mengatakan, BSF relatif mudah dikembangbiakkan karena tidak perlu perlakuan khusus. Dalam siklus hidupnya, lalat ini bisa bermigrasi secara mandiri saat bermetamorfosis dari fase maggot ke prepupa.

Mantan Dirjen Perkebunan-Kementerian Pertanian ini mengatakan siklus hidup lalat itu relatif singkat hanya sekitar 40 hari. Kini, Agus Pakpahan sudah mengembangkan BSF di beberapa lokasi di Indonesia dengan pusat pengembangannya di Sumedang, Jawa Barat.

sumber :

https://limbahnews.com/golden-waste-dan-limbahnews-com-jajaki-olah-sampah-organik-di-bogor/

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.